Memang harus diakui keduanya punya kelebihan dan kekurangan. Windows terkenal user friendly dan linux tidak user friendly, walaupun bebarapa disto linux malah lebih user friendly dari windows, namun kebanyakan memang tidak. Windows mendukung hampir semua (bahkan semua) jenis hardware, atau mungkin bisa dibilang hardwarenya lah yang mendukung windows. Linux memang sudah sangat baik mendukung hardware, namun saja tidak sebaik windows.
Banyaknya malware yang berkembang di Windows, diakibatkan para penulis malware masih melihat prospek cerah jika mengincar Windows dibanding Linux. Ditemukan hanya sekitar 800 malware yang ditulis untuk Linux, dan tidak ada satupun yang sukses. Windows? Sudah terlalu banyak malware untuk Windows, namun hal itu malah menguntungkan bagi banyak pihak termasuk perusahaan yang bergerak dibidang sistem keamanan seperti Panda Software,avira, avast!, AVG, Kaspersky, Symantec, dll. Dan hal itupun lagi-lagi berbayar. Hingga sekarang pengguna Windows masih yang paling beresiko.
Sekarang bayangkan hal itu terbalik, jika 89,2% pengguna komputer rumahan bermigrasi ke Linux, kira-kira target selanjutnya dari penulis malware siapa?
Mengenai hal diatas, saya kira anda lupa menyebutkan bahwa perusaan-perusahaan yang bergerak dibidang IT sudah membuat program keamanan untuk linux.
Bagaimana jika para pakar malware itu mepelajari alur Linux dan mengambil keuntungan darinya?
Sederhananya sistem enkripsi mana yang lebih aman? yang algoritmanya diketahui banyak orang atau yang algoritmanya tertutup bagi umum?
Sepertinya anda belum mengetahui kaidah open source sesusungguhnya. Kalau memang seperti itu, lalu kenapa 90 % web hosting memilih Linux sebagai servernya kalau memang sistem enskripsi open source lebih tidak aman dari close source.
”Biarkanlah mereka memutuskan yang terbaik bagi dirinya sendiri”, namun tentunya harus di sajikan setidaknya dua pilihan bukan? bukan hanya satu pilihan. Dan saya pikir, 89,2 % memilih windows sebagai sistem operasi dikarenakan karena kebanyakan meraka hanya diberikan satu pilihan: windows. Dan itu tentu saja hal tersebut disebabkan atas dasar ketidaktahuan. Nah! itulah fungsi dari dari thread ini.
tetapi banyak orang masih memiliki banyak pertanyaan seperti:
Apakah dengan linuk bisa :
1. Auto detect hardware (printer, webcam, flashdisk dll)
2. Jalanin/install software dengan extention .exe
3. Tampilan taskbar dan desktop seperti Windows
Kalo ada yang tau Distro apa yang lebih mudah digunakan khusunya bagi pemula dan mirip dengan Windows dalam hal tersebut di atas.
Mungkin kalo ada bisa memudahkan seseorang yang terlanjur fanatik pake Microsoft Windows untuk migrasi ke Linux.
Ditempatku ada hardware namanya Fargo (semacam printer untuk buat kartu kredit/name tag) apakah bisa dijalanin pada OS Linux juga ?
ini adalah perbandingan secara umum yang saya ketahui:
Pembanding Windows Linux
Sifat close source open source
kernel tidak ada pengubahan kernel, hanya penambahan kode( SP1, SP2,dst) selalu berkembang, rilis teratur. info www.kernel.org
ketahahanan terhadap virus lemah. Jumlah virus windows sangat banyak kuat, jumlah virus linux sangat sedikit, karena keamanan yang kuat dan perkembangan kernel yang cepat.
keamanan lemah kuat
desktop bawan windows KDE, Gnome, LG3D, XFCE, dan banyak lagi yang lain
efek desktop aero glass(vista) ALGX, XGL, Beryl, LG3D
lisensi berbayar gratis
dukungan hardware semua hardware dispastikan didukung oleh windows kurang
Aplikasi Sangat banyak, dan mudah didapat Banyak, namun tidak sebanyak window
Showing posts with label informasi teknologi. Show all posts
Showing posts with label informasi teknologi. Show all posts
Thursday, April 5, 2012
Friday, March 9, 2012
Wisata Tangerang
Wisata Tangerang
Bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane Tangerang
Wisata Tangerang yang berada di Koang Jaya, Karawaci, Tangerang, yang resminya bernama Bendungan Pasar Baru Irigasi Cisadane.
Jembatan Pelengkung Tangerang
Wisata Tangerang di Jl. MH Thamrin, Cikokol, Tangerang, yang merupakan salah satu tengara yang dimiliki Kota Tangerang.
Kelenteng Boen Hay Bio Tangerang
Wisata Tangerang yang berada di Jl. Pasar Lama RT 014/05, Cilenggang, Serpong, satu dari tiga kelenteng tua di Tangerang.
Kelenteng Boen San Bio Tangerang
Wisata Tangerang di Jl. Pasar Baru, Kranjaya, Karawaci, berupa kelenteng Tridharma yang unik megah dan tua di Tangerang.
Kelenteng Boen Tek Bio Tangerang
Wisata Tangerang Jl. Bhakti No. 14, Pasar Lama, Tangerang, berupa klenteng tertua di Tangerang berumur lebih dari 3 abad.
Kelenteng Sampo Tay Jin Tangerang
Wisata Tangerang yang diakses dari gang di Jl. Otto Iskandar Dinata, yang ‘ditemukan’ ketika tengah mencari Kelenteng Boen San Bio.
Masjid Pintu Seribu, Tangerang
Wisata Tangerang yang berada di Kampung Bayur, Kelurahan Periuk Jaya, Tangerang, yang saya kira sebuah masjid yang sangat besar.
Masjid Raya Al-A’Zhom Tangerang
Wisata Tangerang yang lokasinya berada di Jalan Satria Sudirman No. 1, Tangerang, merupakan masjid besar dan sangat unik.
Monumen Lengkong Tangerang
Wisata Tangerang di sebelah Pos Satpam, di Perumahan BSD, Serpong, Tangerang, yang dibangun untuk memperingati Peristiwa Lengkong.
Situ Gede Tangerang
Wisata Tangerang berupa danau berukuran relatif kecil, yang berada di tepian jalan di perumahan Modernland, Tangerang.
RESEP MASAKAN IKAN GURAMI BAKAR
Bahan:
2 ekor ikan gurami ukuran sedang, bersihkan
Minyak untuk menumis secukupnya
75 ml air
Olesan (Campur):
4 sdm kecap manis
2 sdm minyak goreng
2 sdm margarin, cairkan
Haluskan:
3 sdm ketumbar
5 siung bawang putih
4 butir bawang merah
4 buah cabai merah besar
5 butir kemiri
3 mata asam jawa
5 cm lengkuas
1 sdt garam
Cara Membuat Resep Masakan Ikan Gurami Bakar:
Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum dan matang, tambahkan air. Angkat.
Bakar ikan gurami, olesi dengan campuran kecap. Olesi ikan gurami dengan bumbu yang sudah ditumis sampai merata. Angkat dan sajikan.
Untuk 4 porsi
Monday, January 9, 2012
Menjaring Cinta Di Dunia Maya
Barisan kata diatas adalah kata-kata yang biasa muncul di layar monitor komputer dalam sebuah dialog antar dua layar yang biasa disebut chatting. Sebuah fasilitas dialog dunia maya (internet) yang sedang digemari terutama oleh kalangan muda dan profesional. Penggunaannya kemudian tidak hanya sebagai sarana komunikasi seperti halnya telepon, surat ataupun email.
Internet dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan begitu memanjakan para penggunanya. Hanya dengan memainkan jari jemari sekedar menekan 'tuts' dan mengklik 'mouse' sepersekian detik saja anda sudah mampu menembus dunia tanpa batas ruang dan waktu. Dan salah satu yang sedang digemari dan tetap banyak penggunanya hingga saat ini adalah chatting.
Di kalangan muslim, fasilitas chatting awalnya digunakan untuk ajang silaturahim dan taushiah. Namun seiring perkembangan kebutuhan serta kesibukan para penggunanya, disamping juga sifat 'memanjakan' yang diberikannya, fasilitas tersebut tidak hanya menggantikan peran surat yang dianggap 'tradisional' disamping juga karena faktor kelambatan penyampaian informasinya, telepon yang biayanya relatif lebih mahal terlebih jika harus menggunakan sambungan interlokal, bahkan media-media silaturahim dengan acara 'tatap muka' pun bisa tergantikan dengan fasilitas satu ini, karena anda bisa mengirimkan gambar (pic = singkatan dari 'picture') ke layar teman bicara anda.
Awalnya, setiap pengguna (user) pemula adalah coba-coba atau sekedar iseng karena diberitahu teman sedkit tentang 'nikmat'nya ber-chat ria di depan layar komputer. Awalnya pula anda akan seperti orang 'bego' saat barisan kata-kata muncul di layar monitor anda dan kemudian anda tertarik untuk menjawab setiap pertanyaan yang muncul. Namun kemudian setelah sekian lama mencoba, anda mulai menikmati dan membenarkan cerita teman anda tentang nikmatnya chatting. Anda sudah mulai faham istilah-istilah seperti; asl, btw, thx, fyi, dan lain-lain dimana sebagian istilah tersebut juga berlaku dalam pengiriman surat elektronik (email) ataupun kode-kode seperti :), :(, :D, :p, :)), ;-| dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, secara tidak sadar anda mulai sering senyum-senyum bahkan tertawa sendirian seolah lawan bicara anda yang letaknya entah dimana itu sedang berada persis didepan anda.
Tebar Pesona di Dunia Maya
Bisa dipastikan, kecenderungan setiap chatter (para pengguna fasilitas chat) adalah menyembunyikan identitas aslinya, hal itu terlihat dari nickname yang mereka gunakan sebagai identitas awal mereka. Namanya bisa terkesan sangat asing atau tidak sedikit yang kadang konyol bahkan mengada-ada. Co-keren, co-cute, barbiegirl, ce-manis, whitesoul dan lain-lain adalah sedikit contoh dari jutaan nickname yang biasa mangkal di berbagai chatroom.
Sudah menjadi sifat manusia untuk tidak percaya dengan orang lain, terlebih yang baru dikenalnya. Itulah salah satu alasan kenapa para chatter cenderung menyembunyikan identitas aslinya. Tidak hanya pada nama, bahkan informasi yang berkenaan dengan usia, tempat tinggal (lokasi), pekerjaan dan tempat kerja, sampai --ini yang paling sering dirahasiakan-- marital status!
Sikap kehati-hatian yang menjadi alasan awal untuk menyembunyikan identitas itu kemudian berlanjut dalam obrolan berikutnya, selanjutnya dan seterusnya. Bisa dikatakan, karena awalnya sudah memalsukan identitas -kalau tidak terlalu kasar untuk disebut berbohong- maka jawaban-jawaban atau pernyataan seterusnya akan cenderung palsu juga. Uniknya, meski para chatter seolah sudah saling mengerti bahwa masing-masing lawan bicara cenderung 'omong palsu' karena mereka pun melakukan hal yang sama, para chatting mania itu ternyata sangat menikmati obrolan (palsu) tersebut.
Maka tidaklah mengherankan jika chatting kemudian berkembang menjadi suatu arena 'tebar pesona' diantara para penggunanya. Mulai dari atraksi intelektual, untaian kata indah menyentuh hati (biasanya dilakukan terhadap lawan jenis) hingga rayuan gombal pun tidak lepas menghiasi layar monitor anda. Meski demikian tidak semua chatroom berisi hal-hal penuh kepalsuan dan juga para chatter yang cenderung berbohong, karena tentu masih ada chatroom-chatroom yang lebih mengkedepankan aspek-aspek dialog bermanfaat dengan para chatter yang juga melakukan chatting dengan tujuan yang relatif lebih jelas, lebih bernas ketimbang sekedar tebar pesona atau curhat-curhatan. Untuk kelompok yang satu ini, bahkan mereka tidak segan-segan keluar dari chatroom jika pembicaraan sudah mengarah kepada hal yang sia-sia dan kurang bermanfaat.
'Pacaran' di Dunia Maya
Sebuah situs Islam lokal di Indonesia yang menyediakan fasilitas konsultasi dan tanya jawab seringkali mendapatkan email-email dengan pertanyaan yang hampir sama, seperti, "bolehkah ta'aruf dengan lawan jenis melalui internet/chatting?" atau bahkan "apa hukumnya mencari pasangan hidup dari hasil chatting?"
Bahkan ada netters yang terang-terangan mengakui bahwa dirinya lebih 'pede' (percaya diri) melakukan obrolan melalui chatting atau email daripada harus bertemu langsung. Di kalangan pemuda-remaja muslim, chatting dianggap sebagai wadah yang lebih 'safety' untuk melakukan silaturahim atau berdiskusi ketimbang harus bertatap muka dengan resiko berkhalwat. Maka dengan anggapan yang bisa dibilang terburu-buru itu, maraklah chatroom-chatroom itu dipenuhi oleh para muslim-muslimah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang notabenenya berlabel aktifis.
Pada satu sisi, kemajuan teknologi memang tidak dapat dibendung lajunya dan sebagai muslim yang juga ingin maju sudah tentu tidak ingin ketinggalan dalam mengikuti perkembangan dan trend teknologi terbaru jika tidak ingin disebut 'gaptek' atau gagap teknologi. Namun disisi lain tanpa disadari telah menggeser sedikit demi sedikit norma-norma pergaulan yang awalnya menjadi sesuatu yang tabu dilakukan antar lawan jenis. Misalnya, yang biasanya 'tidak berani' berbicara langsung dengan alasan menundukkan pandangan dan menghindari berkhalwat, kini bebas ber 'haha-hihi' di ajang chatting meski satu sama lain belum betul-betul saling mengenal.
Tidak sampai disitu, dari mulai mentertawakan bersama hal-hal yang lucu yang muncul dari barisan kata-kata di layar monitor sampai pengungkapan identitas diri yang sebenarnya, memberikan jawaban-jawaban atau solusi atas setiap permasalahan teman bicaranya, yang kesemuanya masuk dalam skenario tebar pesona para chatter, dimana hal itu tidak berani mereka lakukan di dunia nyata dengan alasan tidak 'pede' karena berbagai kekurangan fisik dan nonfisik yang dimilikinya, muncullah benih-benih harapan baru bahwa ingin menjadikannya lebih dari sekedar teman bicara atau berdiskusi. Ajaib memang, manusia-manusia yang selama ini mengalami gejala inferiority, internet mampu menyulapnya menjadi manusia superior yang penuh percaya diri, setidaknya selama ia masih berada di dunia maya.
Jadilah hari-hari selanjutnya penuh pesona bunga merona cinta. Ayunan jari jemari diatas tuts keyboard seakan menjadi saksi betapa mereka sedang dibuai asa merenda masa depan. Barisan kata-kata yang tertuang di layar monitor mulai terukir indah penuh makna, perhatian bahkan kasih sayang dan cinta. Setelah itu, timbullah keinginan untuk copy darat, istilah para chatter untuk melakukan pertemuan atau tatap muka secara langsung untuk mengakhiri rasa penasarannya selama ini akan wujud asli dari si pembuai maya.
Ups! Sampai disini hati-hati karena bisa jadi tanpa disadari anda sudah melakukan zina hati. Jika chatting yang anda lakukan sudah mengarah kepada hal-hal yang tidak ada bedanya dengan layaknya orang berpacaran, seperti mengumbar pesona untuk menarik hati, memberikan perhatian yang berlebihan yang belum sepantasnya anda lakukan, memberikan atau menaruh harapan yang berlebihan akan cinta dan cita masa depan.
Bukan berarti juga ada larangan melakukan chatting untuk tujuan ta'aruf pra nikah. Hanya saja masalahnya, hal itu tidak dikondisikan dan dikomunikasikan sedemikian baik dan terjaga dari permainan hati yang bisa jadi syaitan bermain di dalamnya (na'udzubillaahi min dzalik).
Jika kita bisa berbicara (soal hati dan kecenderungan terhadap lawan jenis) dengan kadar yang sewajarnya, dengan hati yang tetap terjaga dari kemungkinan munculnya hasrat yang cenderung kepada nafsu, dengan sikap dan kata-kata yang tidak akan merusak dan menghilangkan hakikat tujuan dari ta'aruf dan ukhuwah itu sendiri serta tidak malah terjebak pada permainan kata-kata perhatian (taushiah) berselubung cinta, tentu masih bisa dibenarkan. Namun masalahnya, seberapa dari kita yang benar-benar siap dan sanggup melakukan hal tersebut. Dan jika secara jujur dalam hati ini merasa berat, sebaiknya hindari dan lebih baik memilih lawan bicara yang sejenis untuk lebih menjaga hati tetap bersih. Wallahu a'lam bishshowaab (Bayu Gautama)
_______________________
Sumber : eramuslim.com
Subscribe to:
Posts (Atom)



